Manajemen Bisnis Adalah: Definisi, Fungsi, Komponen, Contoh

admin gudang mengecek administrasi barang-barang

Manajemen bisnis adalah salah satu bentuk perencanaan yang dibutuhkan ketika menjalankan suatu usaha.

Tujuan manajemen bisnis sendiri yakni untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya demi mencapai target bisnis yang diharapkan.

Untuk membuat perencanaan atau manajemen bisnis, kamu bisa mulai dengan melakukan beberapa latihan mudah. 

Misalnya, menghitung kebutuhan modal, jumlah pengeluaran, dan seluruh pemasukan yang ada. 

Selain itu, kamu juga bisa mulai mempelajari beberapa aspek penting seputar manajemen bisnis melalui artikel Crewdible di bawah ini.

Apa Itu Manajemen Bisnis?

Pengertian manajemen bisnis adalah kegiatan merencanakan, melaksanakan, dan mengelola sebuah bisnis atau perusahaan yang bertujuan untuk membantu perusahaan mencapai target. 

Melalui penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen bisnis adalah faktor terpenting dalam menentukan perkembangan suatu perusahaan. Tentu saja, bisnis yang baik juga membutuhkan manajemen yang baik.

Fungsi Manajemen Bisnis

Penjelasan mengenai fungsi manajemen bisnis adalah sebagai berikut. 

1. Planning

Fungsi pertama dari manajemen bisnis adalah perencanaan. Tentu saja, sebelum kamu membangun bisnis, kamu memerlukan perencanaan bisnis, pemasaran, promosi, produk yang dijual, pembukuan keuangan dan arsip dokumen, dan sebagainya. 

Rencana ini harus didokumentasikan dengan baik karena merupakan tolak ukur untuk kegiatan bisnis di masa yang akan datang. 

Biasanya hal yang tidak berhasil saat kamu memulai bisnis adalah tidak merencanakan proses akuntansi atau pembukuan keuangan bisnis. 

Proses akuntansi yang baik menyediakan data keuangan faktual untuk membantu kamu membuat rencana bisnis yang komprehensif berdasarkan data keuangan. 

Baca juga: Manajemen Pergudangan: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

2. Organizing

Organizing erat kaitannya dengan sumber daya manusia yang disebut juga dengan pekerja. Setelah rencana selesai, langkah selanjutnya adalah membuat kelompok kerja. 

Kelompok kerja ini terdiri dari orang-orang yang diberi bagian tugas yang sama, sebut saja manajemen, pemasaran, dan tim lapangan. 

Pembagian kelompok ini dimaksudkan untuk memudahkan proses kerja. Evaluasi hasil kerja juga jadi lebih mudah. 

Manajer dapat dengan mudah menentukan apakah seorang karyawan telah bekerja sesuai dengan keahliannya. 

Organizing yang baik dapat membantu kamu mencapai tujuan perusahaan. Jika tim tidak bekerja dengan baik, para pemimpin dapat dengan cepat menukarnya sehingga perusahaan tidak kehilangan uang.

3. Staffing

Staffing mengacu pada sumber daya yang ada di dalam perusahaan, seperti bahan baku produk, mesin produksi, dan fasilitas pendukung. Itupun juga harus teratur agar bisnis bisa lebih dipromosikan. 

Oleh karena itu, penempatan sumber daya yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. 

Hal ini bisa dilakukan jika perusahaan memiliki kontrol yang tepat. Jika tidak ada, sumber daya akan digunakan untuk  yang bukan prioritas, yang akan menambah modal. 

Hal ini terkadang menyebabkan keruntuhan keuangan perusahaan sementara hasil kerja  tidak efisien dan produktif. 

Risikonya jika tidak mendapatkan modal, bisnis akan segera tutup, yang tentu saja tidak diinginkan. 

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengelolaan bisnis sedini mungkin. Sehingga terjadi penataan fungsi penggunaan sumber daya yang baik.

4. Directing

Fungsi selanjutnya dari manajemen bisnis adalah directing yang berarti pengaturan atau arahan. Di sini, tindakan pemimpin menonjol sebagai insentif bagi tim untuk mengerjakan rencana tersebut. 

Arahan sangat penting karena berkaitan dengan pemenuhan rencana. Bekerja sesuai dengan pedoman perencanaan akan memungkinkan perusahaan untuk mencapai tujuannya. 

5. Controlling

Controlling adalah kegiatan memantau apakah sistem kerja telah dilakukan dengan benar atau tidak. 

Selama tes, kamu akan melihat poin penting yang perlu dievaluasi dan dicatat. Pada saat yang sama, hambatan yang ada juga dapat dilihat. 

Controlling biasanya tidak langsung dilakukan oleh pemimpin, tetapi oleh kepala atau ketua tim. Pemimpin tim kemudian akan meminta laporan langsung dari ketua tim. 

Berdasarkan laporan tersebut, manajemen dapat mengambil tindakan untuk perencanaan lebih lanjut.

Baca juga: Manajemen Persediaan: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Contoh

Komponen Manajemen Bisnis

Komponen dalam manajemen bisnis adalah bagian dari aktivitas yang perlu didasarkan pada sistem manajemen. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda, berikut di antaranya.

1. Manajemen Produksi 

Komponen pertama dalam manajemen bisnis adalah mengelola proses produksi produk perusahaan atau in-house. 

Tentu saja, ini juga termasuk memeriksa kelayakan dan fungsionalitas mesin produksi. Mengawasi staf produksi dan proses pembuatan produk hingga selesai.

2. Manajemen Distribusi 

Komponen dari manajemen bisnis ini bertanggung jawab untuk memantau aktivitas penjualan. Kegiatan pengelolaan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa produk dalam kondisi baik dan segera didistribusikan.

3. Manajemen Keuangan 

Komponen ketiga dalam manajemen bisnis adalah pembuatan pengaturan keuangan untuk menyeimbangkan arus masuk dan arus keluar. 

Semua masalah keuangan seperti penjualan, pembelian, hutang, dan piutang harus dicatat dengan benar untuk memfasilitasi audit dan persiapan laporan keuangan.

4. Manajemen Marketing

Manajemen marketing juga harus diatur dengan baik. Jika seseorang yang bekerja di bidang marketing atau pemasaran tidak dapat bekerja, maka akan sulit untuk menjual produk. 

Untuk itu, manajemen marketing sangat penting untuk menetapkan strategi yang berbeda agar produk diterima dan menarik perhatian calon konsumen.

5. Manajemen SDM

Manajemen ini mengatur segala aktivitas karyawan di dalam perusahaan. Ini termasuk mengelola area tanggung jawab, area kerja, dan disiplin kerja. 

Tidak mudah untuk melakukan semua hal di atas. Keberlanjutan perusahaan tidak hanya bergantung pada manajemen tetapi juga pada komitmen. 

Bagaimana setiap elemen manajemen bekerja sama untuk melaksanakan rencana tersebut. Terutama kerjasama antara manajer dan  pekerja. 

Perencanaan perusahaan berupa pengelolaan, keuangan, pengembangan dan pemasaran harus direncanakan dengan sebaik mungkin. Perencanaan yang baik dapat mendukung kesuksesan perusahaan tersebut.

Contoh Manajemen Bisnis yang Baik

Adapun beberapa poin manajemen bisnis adalah sebagai berikut.

  • Pahami jenis bisnis sejak awal karena kamu harus bisa menjelaskannya dengan baik, mulai dari lokasi tersebut dan diakhiri dengan kemungkinan hambatan.

  • Menganalisa produk dan persaingan dagang yang sedang terjadi. Analisis diperlukan untuk menetapkan strategi yang berbeda di kedua bidang manufaktur produk dan promosi.

  • Lakukan pemasaran yang tepat. Pemasaran dapat dilakukan di media sosial atau kamu dapat membuat konten secara tertulis atau melalui video.

  • Selalu periksa laporan keuangan. kamu dapat menggunakan jasa akuntan untuk menjalankan proses pencatatan.

  • Selalu melakukan evaluasi terhadap produk dan staf kamu. Evaluasi dilakukan untuk meminimalkan kesalahan yang lebih serius.

Itulah dia beberapa informasi penting seputar manajemen bisnis yang patut kamu ketahui. Dengan mempelajari cara memanajemen yang baik, juga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan usaha loh. 

Untuk kamu yang masih bingung bagaimana cara memanajemen usaha dengan baik, gunakan jasa Crewdible. 

Sebagai pionir gudang online terpercaya dengan lebih dari 5000 seller dan 100 gudang yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Sudah saatnya kamu untuk mengembangkan bisnis dan mempercayakan masalah operasional gudang kamu ke Crewdible

Kamu juga bisa melakukan simulasi hitung biaya gudang terlebih dahulu sebelum daftar menjadi seller. Tunggu apa lagi? Yuk coba dan gabung sekarang juga!

Baca juga: Mengenal Komunikasi Bisnis: Fungsi, Contoh dan Manfaatnya
  • Latest Article