Pengertian Franco Gudang, Jenis-jenis dan Contohnya

Operator gudang mencatat persediaan barang di gudang

Dalam serah terima barang, franco gudang adalah sistem yang telah banyak diterapkan oleh perusahaan. Franco merupakan proses jual beli barang di mana harga yang dibebankan kepada pembeli sudah termasuk ongkos pengiriman dan pembongkaran.

Nah, jika kamu sering belanja dengan gratis ongkir, maka bisa jadi perusahaan tersebut telah menerapkan sistem franco lho! Nah, agar lebih jelasnya, yuk simak artikel di bawah ini sampai tuntas.


Apa itu Franco Gudang?

Mungkin bagi sebagian masyarakat masih awam dengan kalimat franco gudang. Singkatnya, franco berarti bebas atau gratis. Jadi, franco gudang adalah sistem pengiriman barang yang mana biaya pengirimannya ditanggung oleh penjual. Dengan kata lain, pembeli tak memiliki tanggungan terkait biaya pengiriman. 

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, arti franco gudang adalah syarat penyerahan barang dalam menentukan harga di mana semua ongkos kirim ditanggung penjual hingga sampai di tempat. Biasanya biaya yang ditanggung penjual meliputi pajak, pengiriman, biaya pengemasan, serta ongkos bongkar barang.

Franco gudang penjual artinya semua biaya pengiriman ditanggung oleh pembeli. Sedangkan franco gudang pembeli yaitu semua biaya pengiriman ditanggung oleh penjual. Dengan sistem franco ini, pembeli akan dimanjakan dengan biaya ongkos kirim yang gratis. Biasanya franco dilampirkan di bagian akhir surat penawaran untuk distribusi barang secara domestik.

Adapun contoh franco gudang pembeli adalah sebagai berikut:

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha distributor spare part mobil dan CV. ABC adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan spare part mobil eceran. Kemudian, CV. ABC membeli spare part mobil dengan harga Rp50.000.000 di PT. XYZ dengan biaya pengiriman dari penjual ke pembeli senilai Rp1.000.000.

Transaksi akan dilakukan dengan syarat franco gudang pembeli, artinya ongkos kirim akan ditanggung oleh penjual. Hal ini berarti CV. ABC hanya membayar harga spare part mobil sebesar Rp50.000.000 dan biaya pengiriman sebesar Rp1.000.000 akan ditanggung oleh PT. XYZ.

Baca juga: Inventory Management Adalah: Pengertian, Tujuan, Metodenya


Perbedaan Franco dan Istilah Lain dalam Serah Terima Barang

Dalam industri perdagangan, ada beberapa istilah dalam serah terima barang. Adapun perbedaan franco dan istilah lainnya dalam serah terima barang sebagai berikut:

1. Loco

Loco berasal dari kata local atau lokal. Loco hanya menghitung nilai intrinsik dari suatu barang, di mana nilai intrinsik tersebut mengacu pada harga asli barang tanpa ditambah biaya apapun.

Loco juga biasa disebut dengan ex works (eks gudang) yang mana barang diserahkan di gudang penjual berdasarkan barang aslinya serta biaya perpindahan barang akan ditanggung oleh pembeli.

2. Free on Board

Free on Board atau FOB adalah kondisi di mana perpindahan kepemilikan barang setelah barang dinaikkan ke dalam kapal serta biaya yang dikeluarkan saat di atas kapal akan ditanggung pembeli. FOB juga sering dikenal sebagai gratis ongkos kirim.

3. Cost and Freight

Cost and Freight atau C&F merupakan kondisi di mana barang akan menjadi milik pembeli ketika sudah sampai di pelabuhan yang menjadi tujuan pembeli. Untuk menghitung biaya C&F akan menggunakan biaya FOB ditambah biaya pengangkutan laut dari pelabuhan tempat mengambil barang hingga pelabuhan tempat menaruh barang.

4. Cost Insurance and Freight

Selanjutnya yaitu Cost Insurance and Freight atau CIF, di mana kondisi perpindahan kepemilikan barang akan terjadi saat di pelabuhan yang menjadi tujuan. CIF hampir sama dengan C&F, namun memiliki biaya yang lebih kompleks karena biaya yang berkaitan dengan asuransi dimasukkan semua.


Kelebihan Sistem Franco Gudang

Dalam sistem pelaksanaannya, franco memiliki beberapa kelebihan. Misalnya, dari pihak pembeli yaitu dapat menghindari risiko kerugian dari akibat biaya harga barang tersebut. Selain itu juga, kelebihan sistem franco gudang adalah tak perlu repot-repot menghitung biaya tambahan apabila ingin membeli barang.

Di samping itu, buat kamu yang melakukan pembelian barang dari luar negeri, hal ini juga bisa menguntungkan. Pasalnya, harga akhir bisa ditentukan dengan tepat tanpa melalui proses panjang dengan adanya perhitungan franco.

Apabila dilihat dari sisi penjual, mereka tak perlu repot-repot menghitung harga. Penjual hanya butuh menghitung harga sesuai dengan franco dan dapat memasang harga sesuai dengan pengeluaran.

Nah, itu dia pembahasan mengenai apa itu franco gudang yang saat ini banyak diterapkan oleh perusahaan. So, jika kamu mendapati harga barang lebih mahal tapi sudah gratis ongkir, bisa jadi toko tersebut sudah menerapkan sistem ini!

Berbicara mengenai sistem pergudangan, kamu tidak perlu bingung mencari gudang online untuk keperluan bisnis. Sebagai pionir gudang online terpercaya di Indonesia, Crewdible memberikan solusi online seller dalam berjualan di e-commerce. Simak lebih lanjut website Crewdible yuk!

Baca juga: Pengertian Checker Gudang, Tugas, dan Tanggung Jawabnya
  • Latest Article