Apa itu Waralaba? Pengertian, Jenis, Contoh & Keuntungannya

perempuan membuka bisnis online di rumah

Dalam beberapa tahun terakhir, waralaba adalah salah satu jenis sistem usaha yang cukup diminati banyak orang, mulai dari minimarket, restoran, kedai kopi, dan lain sebagainya. 

Bukan cuma sekadar mempermudah proses membangun bisnis, waralaba atau dikenal juga dengan sebutan bisnis franchise ini menawarkan sejumlah keuntungan menarik lainnya bagi pengusaha.

Oleh sebab itu, ketika ingin memulai suatu usaha, waralaba adalah hal yang patut kamu kenali. Lantas, sebetulnya apa itu waralaba? 

Untuk mengetahuinya secara lengkap, yuk simak ulasan mengenai pengertian waralaba, jenis, contoh, hingga kelebihannya di bawah ini!

Apa itu Waralaba?

Secara istilah, pengertian waralaba berasal dari dua kata, yaitu “wara” berarti lebih dan “laba” yang memiliki arti keuntungan. 

Namun secara luas, pengertian waralaba adalah suatu kerja sama atau perjanjian bisnis antara dua pihak antara pemilik produk, merk, atau sistem operasional dengan pihak lainnya.

Bisnis waralaba biasanya mengikat kedua pihak tersebut mengenai hak dalam memanfaatkan kekayaan intelektual, termasuk melakukan pemasaran barang maupun jasa, pengolahan produk, hingga menggunakan merek dan sistem operasional dengan syarat imbalan sesuai kesepakatan.

Dengan demikian, kamu tidak perlu lagi repot-repot merancang konsep atau mendesain bisnis sendiri. Bisnis waralaba adalah alternatif yang lebih mudah dan praktis untuk memulai usaha hingga menghasilkan keuntungan besar.

Tak perlu khawatir, bisnis franchise tentu tergolong legal karena penggunaan hak kekayaan intelektual semacam ini dilindungi oleh peraturan pemerintah, di mana hal tersebut telah diatur dalam udang-undang mengenai waralaba No 42 Tahun 2007.

Baca juga: Mengenal Bisnis: Pengertian, Etika, Model, dan Tujuannya

Elemen di Dalam Waralaba

Seperti disebutkan sebelumnya, bisnis waralaba adalah kerja sama yang melibatkan dua pihak. Adapun pihak-pihak tersebut, di antaranya:

1. Franchisor 

Franchisor adalah sebutan untuk pihak yang menyediakan waralaba atau memiliki merek produk. Biasanya, franchisor merupakan perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki ketetapan sendiri dalam menjalankan bisnisnya.

2. Franchisee 

Sementara, pihak yang menerima hak dalam menggunakan kekayaan intelektual franchisor dikenal sebagai franchisee. 

Dalam kata lain, franchisee merupakan pihak penerima waralaba yang membayar sejumlah biaya kepada pemilik merek dagang atau produk. Biasanya, franchise dilakukan oleh individu atau juga perusahaan.

Jenis-Jenis Waralaba

Setelah mengetahui apa itu waralaba, perlu kamu ketahui juga bahwa bisnis franchise ini terbagi ke dalam dua jenis, di antaranya:

1. Waralaba Dalam Negeri

Waralaba dalam negeri merupakan jenis franchise yang berasal dari dalam negeri dengan skala lebih kecil dan harga terjangkau. 

Meski demikian, waralaba ini termasuk aset investasi yang cukup menarik dan cocok kamu pilih sebagai permulaan dalam memulai usaha. Adapun contoh waralaba ini ialah Es Teler 77, Kebab Baba Rafi, dan masih banyak lagi.

2. Waralaba Luar Negeri

Sebaliknya, waralaba luar negeri adalah jenis franchise yang berasal dari luar negeri dan biasanya sudah cukup populer di berbagai negara. 

Sistem bisnis waralaba ini juga tergolong lebih jelas dan bergengsi. Adapun contoh waralaba luar negeri di antaranya yaitu Pizza Hut, KFC, McDonalds, Burger King, dan lain sebagainya.

Baca juga: Apa Itu Bisnis Ritel? Definisi, Tujuan, hingga Contohnya

Keuntungan Waralaba

Setiap usaha tentu berorientasi pada keuntungan, begitu pula dengan bisnis franchise. 

Jangan heran bila waralaba adalah pilihan banyak orang, sebab bisnis ini memiliki sejumlah kelebihan bagi pengusaha. Adapun keuntungan waralaba adalah sebagai berikut.

1. Mempermudah Memulai Bisnis 

Menjalankan bisnis waralaba adalah langkah mudah bagi para franchise dibandingkan harus memulai usaha dari awal secara mandiri. 

Sebab, kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan bagaimana barang maupun jasa kamu dikelola dan dipasarkan. Kamu bisa membayar paket usaha bisnis franchise, lalu segala hal terkait proses bisnis pun sudah tersedia.

2. Minim Branding

Bisnis franchise juga membuat kamu tidak perlu banyak melakukan promosi atau branding ke masyarakat. 

Sebab, biasanya merek terkait telah lebih dulu memiliki brand awareness yang kuat sehingga dikenal banyak orang dan memiliki konsumen tersendiri.

Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah dan cepat mengembangkannya tanpa kesulitan.

3. Lebih Cepat Mendapat Konsumen 

Selain minim branding, keuntungan waralaba lainnya adalah mendatangkan konsumen dengan lebih cepat. 

Ya, bisnis franchise akan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai merek terkait hingga akhirnya membuat banyak orang berasumsi bahwa bisnis kamu cukup berkualitas dan termasuk perusahaan besar.

4. Mendapat Jaminan Minim Resiko 

Keuntungan terakhir dari bisnis waralaba adalah adanya jaminan risiko lebih kecil. Bagaimana tidak, franchise biasanya sudah memiliki konsep atau formula yang telah teruji dalam berbagai cabang lainnya.

Bahkan, rekan bisnis atau franchisor bisa dibilang cukup berpengalaman dan profesional sehingga dapat membantu kamu mengatasi berbagai masalah.

Baca juga: Bisnis Afiliasi: Pengertian, Sistem, Contoh, dan Kelebihan

Contoh Waralaba

Kamu mungkin sudah sering melihat sejumlah bisnis franchise di Indonesia, khususnya dalam industri kuliner, seperti KFC, Kebab Turki, dan lain-lain. Proses kerja sama yang dilakukan tiap waralaba tersebut tentu saja berbeda-beda, berikut ilustrasinya.

Misal, pengusaha X membangun suatu bisnis “Roti Gembung Durian” dengan bermula dari toko kecil. 

Bisnis ini kemudian terus berkembang hingga mempunyai peminat cukup besar, dan akhirnya membuat merek Roti Gembung Durian populer dan dikenal secara luas oleh masyarakat.

Demi mengembangkan mereknya lagi, pengusaha X memberikan tawaran  kepada pihak Y dan Z untuk menjadi rekan bisnis atau franchise. 

Dalam hal ini, pihak Y sepakat membayar uang sebesar 40 juta kepada pengusaha X agar mendapat bahan makanan, peralatan, maupun desain tempat tanpa harus membagi keuntungan.

Di sisi lain, pihak Z memperoleh bahan makanan, peralatan, dan juga desain bisnis secara gratis tanpa bayaran namun dengan syarat adanya pembayaran komisi secara berkala kepada pengusaha X.

Nah, kini kamu sudah tahu kan pengertian waralaba, jenis, hingga contohnya. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa waralaba adalah sistem bisnis yang cukup berpeluang dalam memberikan keuntungan. 

Namun, perlu kamu pertimbangkan pula mengenai tingkat persaingan di pasaran mengingat ada begitu banyak kompetitor dengan model bisnis serupa. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Mengenal Pengertian Strategi Bisnis Hingga Cara Membuatnya
  • Latest Article